Halaman checkout yang tidak kehilangan penjualan
Kolom lebih sedikit, biaya yang jelas, dan opsi pembayaran lokal: perubahan kecil yang membuat pembeli tetap melanjutkan.
Pembeli yang sudah sampai di checkout sebenarnya sudah memutuskan untuk membeli. Sebagian besar penjualan yang hilang di tahap ini bukan karena produknya, melainkan karena hambatan: biaya tak terduga, formulir yang panjang, opsi pembayaran yang tidak ada, atau halaman yang terasa tidak aman.
Itulah sebabnya checkout ecommerce adalah halaman paling berharga untuk diperbaiki di toko online mana pun. Baymard Institute, yang meneliti belanja online, menyebut rata-rata tingkat keranjang yang ditinggalkan sekitar 70%. Tidak semua keranjang yang hilang bisa diselamatkan, tetapi banyak yang bisa, dan perbaikannya biasanya kecil.
Tampilkan total biaya sejak awal
Biaya tak terduga adalah alasan paling umum orang meninggalkan checkout. Tampilkan ongkos kirim dan biaya lain di keranjang, sebelum pelanggan mengetik satu detail pun. Jika ongkos kirim bergantung pada alamat, berikan perkiraan cepat berdasarkan kota atau kode pos.
Minta lebih sedikit
- Izinkan orang membeli sebagai tamu, dan tawarkan pembuatan akun setelah pesanan selesai.
- Hapus kolom yang tidak dibutuhkan untuk pengiriman atau faktur.
- Gunakan keyboard yang tepat di ponsel: angka untuk kolom nomor telepon dan kode pos.
- Ingat apa yang sudah diisi pelanggan jika mereka kembali satu langkah.
Sediakan pembayaran yang biasa dipakai orang
Di Indonesia, itu biasanya berarti transfer bank dan virtual account, e-wallet, dan QRIS, selain kartu. Checkout yang hanya menerima kartu membuat banyak pembeli yang sebenarnya mau membeli jadi pergi.
Setiap kolom tambahan adalah alasan kecil untuk berhenti.
Buat terasa aman
Jaga desain checkout tetap sama dengan bagian toko lainnya, tunjukkan kepada siapa pelanggan membayar, dan konfirmasikan pesanan dengan jelas di layar dan lewat email. Tombol WhatsApp untuk bertanya membantu orang yang ragu di langkah terakhir.
Desain checkout ecommerce untuk ponsel lebih dulu
Sebagian besar pembeli di Indonesia berbelanja lewat ponsel, jadi di sanalah checkout harus bekerja paling baik.
- Pastikan ringkasan pesanan dan totalnya terlihat, atau hanya satu ketukan, di setiap langkah.
- Buat tombol cukup besar untuk diketuk dengan ibu jari, dengan aksi utama di bagian bawah layar.
- Biarkan browser mengisi nama, alamat, dan nomor telepon secara otomatis, dengan memberi label yang benar pada kolom.
- Tampilkan pesan error di samping kolomnya, dengan kata-kata sederhana, begitu pelanggan meninggalkan kolom itu, bukan setelah mereka menekan “Bayar”.
- Usahakan pelanggan tetap di situs Anda untuk pembayaran e-wallet dan QRIS jika penyedianya memungkinkan, atau bawa mereka kembali ke halaman konfirmasi yang jelas.
Setelah pesanan masuk
Checkout tidak berakhir di tombol pembayaran. Halaman konfirmasi yang jelas, email atau pesan WhatsApp berisi detail pesanan, dan nomor resi segera setelah paket dikirim, semuanya mengurangi pertanyaan “pesanan saya di mana?”, dan membuat pembelian kedua lebih mungkin terjadi.
Untuk pesanan dengan transfer bank, kirimkan pengingat sebelum batas waktu pembayaran berakhir. Banyak pesanan yang belum dibayar sebenarnya hanya terlupa.
Cara menemukan apa yang membuat Anda kehilangan penjualan
- Lihat funnel di analytics Anda: keranjang, checkout, pembayaran, konfirmasi. Penurunan terbesar adalah tempat untuk memulai.
- Bacalah pertanyaan yang dikirim pelanggan lewat WhatsApp tepat sebelum mereka membeli. Pertanyaan itu langsung menunjukkan apa yang tidak dijelaskan oleh checkout.
- Amati dua atau tiga orang membeli sesuatu dari toko Anda di ponsel mereka sendiri, tanpa membantu mereka.
- Ubah satu hal dalam satu waktu, dan bandingkan minggu-minggu sebelum dan sesudahnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sebaiknya checkout satu halaman atau beberapa langkah?
Keduanya bisa berhasil. Yang penting setiap langkah singkat dan jelas, dan pelanggan selalu tahu seberapa dekat mereka dengan selesai. Di ponsel, beberapa langkah singkat sering terasa lebih mudah daripada satu halaman yang sangat panjang.
Apakah kami butuh akun pelanggan?
Tidak untuk membeli. Sediakan checkout sebagai tamu, lalu ajak pelanggan menyimpan datanya setelah pesanan, saat mereka punya alasan untuk itu.
Apakah checkout di marketplace lebih baik?
Checkout marketplace memang familier, tetapi Anda melepaskan hubungan dengan pelanggan. Catatan kami tentang toko online sendiri atau marketplace membandingkan keduanya, dan berjualan ke Singapura dari Jakarta membahas checkout untuk pembeli di luar negeri.
Checkout ecommerce yang cepat dan jelas dengan opsi pembayaran lokal sudah termasuk dalam paket Creative Ecommerce kami. Jika toko Anda saat ini kehilangan penjualan di langkah terakhir, beri tahu kami di mana dan kami akan memeriksanya.