Ecommerce 4 menit baca

Toko online sendiri atau marketplace?

Berapa biaya masing-masing dalam hal fee, kendali, dan data pelanggan.

Toko online sendiri vs marketplace: tiga titik di atas grid titik biru muda, sampul catatan jurnal Tiga Titik ini

Berjualan di marketplace cepat untuk dimulai. Menjalankan toko sendiri butuh setup lebih banyak. Jawaban yang tepat tergantung seberapa besar kendali yang Anda butuhkan.

Pertanyaan toko online sendiri vs marketplace muncul di hampir setiap proyek ecommerce yang kami kerjakan di Indonesia. Jawabannya jarang salah satu saja. Catatan ini menjelaskan apa yang diberikan masing-masing, apa biayanya di luar komisi, dan bagaimana memutuskan dari mana memulai.

Apa yang diberikan marketplace

  • Pembeli yang sudah ada di sana dan siap membeli.
  • Pembayaran, pengiriman, dan kepercayaan sudah diurus untuk Anda.
  • Toko yang bisa live dalam sehari.

Apa ongkosnya bagi Anda

Setiap penjualan dipotong komisi, marketplace yang membuat aturan, dan pelanggannya milik platform. Anda biasanya tidak bisa menindaklanjuti pembeli, dan produk Anda tampil bersebelahan dengan produk pesaing di halaman yang sama.

Apa yang diberikan toko sendiri

  • Desain dan brand Anda sendiri, tanpa pesaing di halaman.
  • Data pelanggan, untuk penjualan berulang dan email.
  • Harga, bundling, dan promo Anda sendiri.

Marketplace menyewakan audiens kepada Anda. Toko sendiri membangunnya.

Toko online sendiri vs marketplace, berdampingan

  • Memulai: toko di marketplace bisa buka di hari yang sama. Toko sendiri biasanya butuh beberapa minggu untuk didesain, dibangun, dan dihubungkan ke pembayaran dan pengiriman.
  • Biaya per penjualan: marketplace memotong komisi dan biaya layanan dari setiap pesanan, dan aturannya bisa berubah. Toko sendiri punya biaya pembuatan dan biaya bulanan, tetapi tanpa komisi ke platform, hanya biaya penyedia pembayaran.
  • Trafik: marketplace mendatangkan pembeli kepada Anda. Toko sendiri harus mendatangkan pengunjungnya sendiri, lewat pencarian, media sosial, iklan, dan pelanggan yang sudah ada.
  • Hubungan dengan pelanggan: di marketplace, platform yang memilikinya. Di toko online sendiri, Anda tahu siapa membeli apa, dan bisa mengajak mereka kembali.
  • Brand: halaman marketplace semuanya terlihat sama. Toko sendiri bisa menceritakan kisah Anda, menampilkan produk sesuai keinginan Anda, dan terasa seperti brand yang Anda bangun.

Biaya yang tidak tercantum di tagihan

Komisi mudah dibandingkan. Biaya tersembunyi lebih sulit dilihat. Di marketplace, perbandingan harga hanya satu ketukan, sehingga banyak penjual akhirnya bersaing harga dan membayar iklan di dalam platform agar tetap terlihat. Ulasan dan rating juga milik platform: jika Anda pergi, semuanya tertinggal.

Toko online sendiri juga punya biaya tersembunyi. Harus ada yang menjawab pertanyaan, memproses pesanan, dan menjaga halaman produk tetap terbaru, dan situsnya butuh pembaruan serta backup. Rencanakan waktu untuk itu, atau dukungan berkelanjutan, sebelum Anda meluncur.

Kapan toko online sendiri masuk akal

  • Pelanggan kembali membeli lagi, sehingga data kontak mereka sangat berharga.
  • Produk Anda perlu dijelaskan, seperti bahan, ukuran, panduan penggunaan, atau pesanan khusus.
  • Margin Anda tergerus oleh komisi dan iklan di dalam platform.
  • Anda menjual ke luar negeri, atau ingin melakukannya, dengan harga dan opsi pembayaran sendiri. Catatan kami tentang berjualan ke Singapura dari Jakarta membahas apa saja yang berubah.

Saran kami biasanya

Banyak brand melakukan keduanya: marketplace untuk jangkauan, toko sendiri untuk pelanggan setia dan margin yang lebih baik. Mulailah dari tempat pelanggan Anda sudah berada, dan bangun toko sendiri saat Anda ingin kendali lebih.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisakah stok disinkronkan antara toko kami dan marketplace?

Bisa. Sebagian besar platform toko bisa terhubung ke marketplace besar, langsung atau lewat aplikasi inventaris, sehingga pesanan di satu tempat memperbarui stok di tempat lain. Sebaiknya atur ini sebelum Anda menjalankan keduanya berdampingan.

Bagaimana orang menemukan toko kami sendiri?

Lewat pencarian, media sosial, iklan, dan pelanggan yang sudah Anda miliki. Kartu di dalam kemasan, struk, dan pesan WhatsApp yang mengarahkan pembeli ke toko Anda adalah awal yang murah. Anda juga bisa menampilkan produk secara gratis di Google lewat Google Merchant Center.

Apa yang paling berpengaruh setelah toko berjalan?

Checkout. Pembeli yang sampai di sana sudah memutuskan, jadi setiap hambatan di situ berarti penjualan yang hilang. Catatan kami tentang halaman checkout yang tidak kehilangan penjualan menjelaskan apa yang perlu diperbaiki lebih dulu.

Jika Anda sedang menimbang toko online sendiri vs marketplace untuk brand Anda, paket Creative Ecommerce kami menunjukkan apa saja yang termasuk dalam toko milik sendiri.