Desain 4 menit baca

Memilih font untuk brand yang berbicara dalam dua bahasa

Bahasa Indonesia dan Inggris berdampingan: apa yang perlu dicek sebelum memilih typeface.

Font untuk website dua bahasa: tiga titik di atas grid titik hijau lime, sampul catatan jurnal Tiga Titik ini

Banyak brand di Indonesia berbicara kepada dua audiens sekaligus: Bahasa Indonesia untuk pelanggan di dalam negeri, Bahasa Inggris untuk mitra dan pembeli di luar negeri. Keduanya memakai alfabet Latin, jadi mudah mengira font apa pun akan cocok. Sebagian besar memang cocok, tapi beberapa detail menentukan apakah kedua bahasa tampil sama baiknya.

Catatan ini membahas cara memilih font untuk website dua bahasa: apa yang perlu diuji, apa yang perlu dicek pada sebuah typeface, dan bagaimana merencanakan bahasa ketiga nanti. Cukup satu sore, dan menghemat satu kali desain ulang.

Bahasa Indonesia lebih panjang

Pesan yang sama sering lebih panjang dalam Bahasa Indonesia daripada Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia punya kata-kata panjang yang dibentuk dengan awalan dan akhiran, seperti pertanggungjawaban atau memperkenalkan. Font judul yang ramping dan terlihat tajam dalam Bahasa Inggris bisa membuat judul terjemahan menjadi tiga baris, atau memenggal kata di tempat yang janggal.

Sebelum memilih, pasang judul-judul asli Anda dalam kedua bahasa, bukan kalimat contoh dari desainer, lalu lihat hasilnya di ponsel.

Apa yang perlu dicek pada typeface

  • Huruf kecil yang jelas dan terbuka, tetap mudah dibaca di ukuran kecil pada ponsel.
  • Ketebalan yang cukup untuk judul, teks isi, dan tombol, biasanya tiga atau empat.
  • Tanda baca dan simbol yang lengkap: tanda kutip lengkung, tanda pisah en, simbol rupiah dan dolar, serta angka yang sejajar di tabel.
  • Lisensi web yang mencakup situs Anda dan, jika dibutuhkan, aplikasi dan materi cetak Anda.

Uji font dengan kata-kata terpanjang Anda, bukan yang terpendek.

Cara menguji font untuk website dua bahasa

Menguji font tidak butuh alat khusus. Buat satu halaman sederhana berisi konten asli Anda dalam kedua bahasa, lalu lihat seperti pengunjung Anda akan melihatnya.

  1. Pasang judul terpanjang Anda dalam kedua bahasa, pada ukuran yang benar-benar akan tampil di ponsel.
  2. Tambahkan satu paragraf teks isi dalam setiap bahasa dan bacalah di ponsel kelas menengah, di luar ruangan jika bisa.
  3. Coba tabel harga, tombol, dan label formulir: teks kecil adalah tempat font yang lemah gagal lebih dulu.
  4. Beralih antara kedua bahasa dan pastikan tidak ada yang berantakan, seperti menu yang turun ke baris baru atau tombol yang menjadi dua baris.
  5. Cek ukuran file dari ketebalan yang Anda butuhkan, karena setiap ketebalan berarti satu unduhan.

Satu keluarga font, atau dua?

Satu keluarga font dengan beberapa ketebalan biasanya sudah cukup untuk satu brand. Jika memasangkan dua, beri masing-masing tugas yang jelas, misalnya satu yang berkarakter untuk judul dan satu yang polos untuk bacaan, dan pastikan keduanya mencakup semua yang dibutuhkan kedua bahasa.

Font dan kecepatan

Setiap ketebalan font adalah file terpisah yang harus diunduh pengunjung sebelum teks tampil dengan benar. Di ponsel dengan data seluler, empat atau lima file font bisa memperlambat tampilan pertama secara nyata. Pilih ketebalan yang benar-benar Anda pakai, utamakan variable font jika tersedia, dan biarkan teks tampil dengan font cadangan selama font brand dimuat. Catatan kami tentang mengapa website terasa lambat di ponsel membahas sisanya.

Rencanakan bahasa ketiga

Jika Mandarin, Jepang, atau Arab mungkin menyusul nanti, pilih font Latin yang punya pasangan serasi untuk aksara tersebut, atau rencanakan font cadangan yang nyaman berdampingan dengannya. Menambah bahasa jauh lebih mudah jika tipografinya dipilih dengan mempertimbangkan hal itu.

Keluarga font Noto dari Google dirancang persis untuk ini: mencakup sebagian besar sistem tulisan di dunia dengan gaya yang konsisten, sehingga menjadi cadangan yang masuk akal di samping font brand yang lebih berkarakter. Untuk bacaan tentang memadukan font dan keterbacaan, Google Fonts Knowledge adalah panduan gratis yang ditulis dengan baik.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisakah kami memakai font yang sama dengan materi cetak brand kami?

Sering kali bisa, asalkan lisensinya mencakup penggunaan web. Lisensi cetak tidak selalu mencakup website atau aplikasi, jadi cek sebelum membangun. Jika lisensi web terlalu mahal, alternatif gratis yang mirip biasanya tampil baik di layar.

Apakah halaman bahasa Indonesia dan Inggris sebaiknya memakai font berbeda?

Tidak. Gunakan font yang sama untuk keduanya, agar brand terasa sebagai satu brand. Jika sebuah judul terlalu panjang dalam satu bahasa, sesuaikan layout atau kata-katanya, bukan typeface-nya.

Apakah font gratis terlihat kurang profesional?

Belum tentu. Banyak font gratis dibuat oleh desainer huruf yang disegani dan dipakai oleh brand besar. Yang penting adalah seberapa cocok font itu dengan brand Anda dan seberapa cermat font itu ditata.

Memilih font untuk website dua bahasa adalah bagian dari cara kami menyiapkan tampilan setiap brand dalam layanan web design kami, bersama dengan kata-katanya: lihat mengapa kami memulai setiap website dengan kata-kata.